Sabtu, 05 Januari 2013

Kekuatan Motivasi


Sejarah mencatat bahwa dengan kekuatan motivasi telah banyak membuktikan dapat mengalahkan kekuatan-kekuatan besar yang secara matematis tidak mungkin untuk dilawan. Sebut saja ketika terjadi kemenangan Kaum Muslim di Qadisiyah tahun 634 M yang menaklukkan Imperium Persia dengan pertempuran 30 hari yang melelahkan, padahal pasukan Persia berkekuatan 4x lebih besar daripada pasukan Kaum Muslim. Dan perang Yarmuk pada tahun 634 M, yang juga dimenangkan Kamu Muslim dibawah panglima perang Khalid bin Walid atas pasukan Romawi. Padahal kekuatan pasukan Romawi jauh lebih besar dari pada pasukan Muslim dengan perbandingan 5:1. Dimana pasukan Muslim yang berjumlah 45 Ribu dapat mengalahkan pasukan Romawi yang bekekuatan 240 Ribu tentara.

Mengapa kekuatan pasukan besar dengan jumlah 4x lipat dan 5x lipat itu dapat dikalahkan oleh pasukan kaum Muslim?  Inilah rahasianya,….Kaum muslim memiliki kekuatan MOTIVASI yang jauh lebih unggul,…jauh lebih besar dari pasukan musuh-musuhnya, yaitu pasukan yang telah dipersenjatai dengan MOTIVASI keimanan, yang siap menerima salah satu dari dua kebaikan: bertempur hingga mencapai kemenangan atau mati syahid  di medan perang, sementara pasukan musuhnya adalah pasukan yang dikuasai oleh ketamakan dan nafsu belaka, sehingga pantas saja walaupun jumlahnya sedikit tapi dengan “kualitas MOTIVASI yang unggul” menghasilkan KINERJA yang tak tertandingi sehingga dapat mengalahkan pasukan yang hanya punya “kuantitas dengan MOTIVASI rendah”.

MOTIVASI adalah sesuatu yang paling bertanggungjawab atas segala kesuksesan siapapun,…dia adalah rasa semangat dan antusias yang terus membara dalam proses perjuangan, tidak peduli kekurangan dan rintangan apapun yang dihadapinya,…kondisi sesulit apapun,….tidak peduli berapa kali telah jatuh dan gagal, tapi mampu membuat bangkit dan terus berusaha dan berusaha lagi, sehingga seseorang yang memilikinya BerKINERJA unggul hingga mencapai keberhasilan apa yang diperjuangkannya.

Dalam buku Kehidupan & Karyanya: A Brief History of Hawking,…kita akan memahami secara sederhana bagaimana kekuatan MOTIVASI: sebuah “Kemauan yang Kuat” telah merubah seseorang yang tidak berdaya karena menderita penyakit ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis) sebuah penyakit degeneratif progresif pada sel syaraf di tulang belakang dan otak yang menyebabkan otot-otot tubuhnya mengecil sehingga menyebabkannya tidak bisa bergerak, bahkan tak mampu berbicara dan para dokter mem-vonis umurnya pendek (harapan hidupnya tinggal 2 tahun),…simaklah apa yang dikatakannya: “Sebelum didiagnosa, aku merasa sangat bosan dalam hidup ini. Tampaknya tidak ada sesuatu pun yang layak dilakukan. Tapi sekarang semuanya berbeda. Aku bermimpi akan dieksekusi,…” katanya, “…lalu tiba- tiba aku sadar bahwa banyak sekali hal yang bisa aku lakukan, jika saja hukuman itu ditangguhkan.” Dalam hal ini dia secara mental mengalami “penyembuhan”. Namun secara fisik, kondisinya tidak begitu baik. Kemudian karena dia telah bertunangan dengan kekasihnya,…Bagi Hawking, inilah “yang paling penting”. Dia sekarang memiliki sesuatu yang layak diperjuangkan. Namun jika dia mau menikah, dia tentu butuh pekerjaan, dan untuk memperoleh pekerjaan dia butuh gelar Ph.D. Keyakinan diri Hawking kembali, dan dia mulai berpikir tentang permasalahan yang tepat untuk tesis Ph.D.-nya,…hingga akhirnya dia selesaikan studi-nya dan menjadi seorang ilmuan fisika teoritis jenius yang terbesar di abad ini, bahkan masih hidup hingga kini.

Untuk dapat menghasilkan sebuah kesuksesan,..kemenangan,…dan prestasi terbaik, diperlukan KINERJA kerja yang sebanding dengan cita-cita yang menjadi tujuan. SKILL atau kemampuan saja tidak cukup untuk dapat membangkitkan KINERJA yang unggul,…masih diperlukan satu variabel lagi,…yaitu Kekuatan MOTIVASI yang besar. Staphen Hawking memperoleh peringkat pertama dalam tes masuk di universitas Cambridge untuk melanjutkan studi Ph.D nya. Tapi SKILL jenius nya tidak akan berarti apapun jika saja dia meratapi nasibnya hingga menyerah setelah diagnosa penyakit “ALS” dan vonis “hidupnya yang tinggal  2 tahun lagi”. Tapi untungnya dia segera sadar, dan menggali MOTIVASI diri, dengan menemukan bahwa dia dari dulu memiliki “Kemauan yang kuat dan saat itu juga memiliki sesuatu yang layak diperjuangkannya”. Sehingga walaupun keadaan fisiknya yang lemah dan terbatas,…dengan SKILL dan MOTIVASI besarnya dia tetap memiliki KINERJA terbaik hingga menjadi ilmuan Jenius.

Pada tahun 1984, Jerry Gray dan Frederick Starke menyampaikan sebuah persamaan rumus tentang KINERJA, yaitu: KINERJA = MOTIVASI x SKILL

Saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman menggali MOTIVASI ketika kuliah Magister di ITB hingga bisa melanjutkan studi ke Jerman. Pada saat kuliah S2 di ITB saya pernah mengalami masa Consciously Incompetence yang akut hingga saya merasa sudah tidak kuat lagi untuk melanjutkan studi dan ingin cuti saja dulu bahkan terpikir kayanya ga bakalan mampu menyelesaikannya. (Baca rinciannya pada artikel “Tipe Mahasiswa Sperti Apa Anda” ). Setelah saya tau rintangannya,….karna terlalu sadar dan real-nya kondisi Consciously Incompetence yang saya alami,…maka saya mencoba untuk mencari MOTIVASI diri agar tetap dalam jalur perjuangan meraih cita-cita. Akhirnya saya menemukan ide bahwa satu-satunya cara untuk menyelamatkan “perjuangan” adalah dengan mendapatkan beasiswa studi, kalo bisa yang ke luar negeri,…saking menggebu-gebunya ingin dapet beasiswa studi ke luar negri (supaya bisa menyelamatkan perjuangan),…seolah-olah keinginan itu sudah dekat sekali, padahal belum terjadi, mungkin inilah yang dimaksud sebagai “keinginan kita yang terfokus akan menarik segenap potensi semesta untuk mewujudkannya”…jadi berhati-hatilah dengan keinginan kita,..terutama yang sering nyantol dipikiran ~ karna bisa jadi itulah yang kita dapatkan. Atau bahasa sederhananya adalah “kekuatan hukum alam~sunatullah~kekuatan do’a”……..nanti akan saya bahas di akhir tulisan ini, bagaimana kaitannya……jadi terus ikuti kelanjutannya.

Apa yang terjadi beberapa hari kemudian adalah ITB kedatangan seorang professor dari Jerman, dengan project mengajak beberapa mahasiswa S2 untuk menempuh studi dan menyelesaikannya di salah satu perguruan tinggi di Jerman,…melalui seleksi yang langsung oleh sang professor. Saya siapkan segalanya untuk mengikuti proses seleksi tersebut,…dan saya afirmasikan dalam hati bahwa saya harus mendapatkannya, hingga saya merasa sangat Consciously Competence dan Alhamdulillah akhirnya mahasiswa S2 di jurusan Teknik Komputer diwakili oleh saya yang berangkat ke Jerman. Selesailah masalah saya,…untungnya segera sadar dan tidak terpuruk dalam keadaan Consciously Incompetence akut yang “membahayakan” tapi dengan kekuatan MOTIVASI bisa merubahnya menjadi Consciously Competence yang menguntungkan.

Begitulah kekuatan MOTIVASI,…jurus jitu yang disediakan Allah SWT dalam diri MANUSIA,…yang dapat mengalahkan segala rintangan dan hambatan proses perjuangan seseorang yang memilikinya.

Seorang guru saya berkata,…bahwa untuk memiliki KINERJA terbaik tidak cukup dengan MOTIVASI dan SKILL saja,…tapi kita perlu satu variabel lagi, yaitu “kekuatan DO’A” sehingga Allah SWT merido’i perjuangan KINERJA kerja kita dalam meraih cita-cita luhur. Dan pada prosesnya kita sering mengejawantahkan “Sunatullah~Hukum Alam” ini dalam kata-kata seperti “keberuntungan”,… “lucky” atau “miracle”.

Cermati kata bijak di bawah ini:

“Knowledge is power, character is more, but lucky is everything”

Untuk para MAHASISWA-ku,…yang saat ini lagi loyo, Be’Te’,…ga sMaNgAt,…ato malah hampir putus asa,…entah dengan sebab apapun jua,…ga apa-apa sedih, nangis, kecewa dalam perjuangan,…karna itu “MANUSIAWI”. Tapi jangan KELAMAAN,…makin cepet sadar dan segera bangkit, makin bagus…ayo SMANGAT,…jangan kelamaan menderitanya,…ntar keburu hanyut ta’ berdaya,…jadi lebih repot ngobatinnya,…kolo toh harus gagal dan menderita besok,..ya besok aja menderitanya, nanti aja kecewanya,….saat ini minimal kita bisa menikmati waktu yang tersisa dengan rasa syukur via kinerja terbaik yang dapat dipersembahkan. Mengapa harus terpuruk & menderitanya sekarang? Kalo belum ada keputusan final?….Masalah hasil itumah hak prorogativ-nya Allah SWT,…yang penting kita usaha,…segera cari apa yang dapat membangkitkan MOTIVASI supaya KINERJA kita meningkat,…dan menghasilkan karya “pretasi terbaik” yang dapat kita banggakan dalam hidup ini.

Jadilah miracle dan jangan menunguinya,…bagaimana caranya?, Insya Allah akan saya bahas lebih dalam mengenai “Jadilah Miracle” dalam tulisan berikutnya…tetap ikuti dan sering-seringlah buka web blog DOSEN mu ini, sebagai salah satu referensi mendapatkan inspirasi MOTIVASI mu. Ayo Semangat MAHASISWA ku…..dan tetap dalam jalur perjuangan.kekuatan motivasi

Sejarah mencatat bahwa dengan kekuatan motivasi telah banyak membuktikan dapat mengalahkan kekuatan-kekuatan besar yang secara matematis tidak mungkin untuk dilawan. Sebut saja ketika terjadi kemenangan Kaum Muslim di Qadisiyah tahun 634 M yang menaklukkan Imperium Persia dengan pertempuran 30 hari yang melelahkan, padahal pasukan Persia berkekuatan 4x lebih besar daripada pasukan Kaum Muslim. Dan perang Yarmuk pada tahun 634 M, yang juga dimenangkan Kamu Muslim dibawah panglima perang Khalid bin Walid atas pasukan Romawi. Padahal kekuatan pasukan Romawi jauh lebih besar dari pada pasukan Muslim dengan perbandingan 5:1. Dimana pasukan Muslim yang berjumlah 45 Ribu dapat mengalahkan pasukan Romawi yang bekekuatan 240 Ribu tentara.

Mengapa kekuatan pasukan besar dengan jumlah 4x lipat dan 5x lipat itu dapat dikalahkan oleh pasukan kaum Muslim?  Inilah rahasianya,….Kaum muslim memiliki kekuatan MOTIVASI yang jauh lebih unggul,…jauh lebih besar dari pasukan musuh-musuhnya, yaitu pasukan yang telah dipersenjatai dengan MOTIVASI keimanan, yang siap menerima salah satu dari dua kebaikan: bertempur hingga mencapai kemenangan atau mati syahid  di medan perang, sementara pasukan musuhnya adalah pasukan yang dikuasai oleh ketamakan dan nafsu belaka, sehingga pantas saja walaupun jumlahnya sedikit tapi dengan “kualitas MOTIVASI yang unggul” menghasilkan KINERJA yang tak tertandingi sehingga dapat mengalahkan pasukan yang hanya punya “kuantitas dengan MOTIVASI rendah”.

MOTIVASI adalah sesuatu yang paling bertanggungjawab atas segala kesuksesan siapapun,…dia adalah rasa semangat dan antusias yang terus membara dalam proses perjuangan, tidak peduli kekurangan dan rintangan apapun yang dihadapinya,…kondisi sesulit apapun,….tidak peduli berapa kali telah jatuh dan gagal, tapi mampu membuat bangkit dan terus berusaha dan berusaha lagi, sehingga seseorang yang memilikinya BerKINERJA unggul hingga mencapai keberhasilan apa yang diperjuangkannya.

Dalam buku Kehidupan & Karyanya: A Brief History of Hawking,…kita akan memahami secara sederhana bagaimana kekuatan MOTIVASI: sebuah “Kemauan yang Kuat” telah merubah seseorang yang tidak berdaya karena menderita penyakit ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis) sebuah penyakit degeneratif progresif pada sel syaraf di tulang belakang dan otak yang menyebabkan otot-otot tubuhnya mengecil sehingga menyebabkannya tidak bisa bergerak, bahkan tak mampu berbicara dan para dokter mem-vonis umurnya pendek (harapan hidupnya tinggal 2 tahun),…simaklah apa yang dikatakannya: “Sebelum didiagnosa, aku merasa sangat bosan dalam hidup ini. Tampaknya tidak ada sesuatu pun yang layak dilakukan. Tapi sekarang semuanya berbeda. Aku bermimpi akan dieksekusi,…” katanya, “…lalu tiba- tiba aku sadar bahwa banyak sekali hal yang bisa aku lakukan, jika saja hukuman itu ditangguhkan.” Dalam hal ini dia secara mental mengalami “penyembuhan”. Namun secara fisik, kondisinya tidak begitu baik. Kemudian karena dia telah bertunangan dengan kekasihnya,…Bagi Hawking, inilah “yang paling penting”. Dia sekarang memiliki sesuatu yang layak diperjuangkan. Namun jika dia mau menikah, dia tentu butuh pekerjaan, dan untuk memperoleh pekerjaan dia butuh gelar Ph.D. Keyakinan diri Hawking kembali, dan dia mulai berpikir tentang permasalahan yang tepat untuk tesis Ph.D.-nya,…hingga akhirnya dia selesaikan studi-nya dan menjadi seorang ilmuan fisika teoritis jenius yang terbesar di abad ini, bahkan masih hidup hingga kini.

Untuk dapat menghasilkan sebuah kesuksesan,..kemenangan,…dan prestasi terbaik, diperlukan KINERJA kerja yang sebanding dengan cita-cita yang menjadi tujuan. SKILL atau kemampuan saja tidak cukup untuk dapat membangkitkan KINERJA yang unggul,…masih diperlukan satu variabel lagi,…yaitu Kekuatan MOTIVASI yang besar. Staphen Hawking memperoleh peringkat pertama dalam tes masuk di universitas Cambridge untuk melanjutkan studi Ph.D nya. Tapi SKILL jenius nya tidak akan berarti apapun jika saja dia meratapi nasibnya hingga menyerah setelah diagnosa penyakit “ALS” dan vonis “hidupnya yang tinggal  2 tahun lagi”. Tapi untungnya dia segera sadar, dan menggali MOTIVASI diri, dengan menemukan bahwa dia dari dulu memiliki “Kemauan yang kuat dan saat itu juga memiliki sesuatu yang layak diperjuangkannya”. Sehingga walaupun keadaan fisiknya yang lemah dan terbatas,…dengan SKILL dan MOTIVASI besarnya dia tetap memiliki KINERJA terbaik hingga menjadi ilmuan Jenius.

Pada tahun 1984, Jerry Gray dan Frederick Starke menyampaikan sebuah persamaan rumus tentang KINERJA, yaitu: KINERJA = MOTIVASI x SKILL

Saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman menggali MOTIVASI ketika kuliah Magister di ITB hingga bisa melanjutkan studi ke Jerman. Pada saat kuliah S2 di ITB saya pernah mengalami masa Consciously Incompetence yang akut hingga saya merasa sudah tidak kuat lagi untuk melanjutkan studi dan ingin cuti saja dulu bahkan terpikir kayanya ga bakalan mampu menyelesaikannya. (Baca rinciannya pada artikel “Tipe Mahasiswa Sperti Apa Anda” ). Setelah saya tau rintangannya,….karna terlalu sadar dan real-nya kondisi Consciously Incompetence yang saya alami,…maka saya mencoba untuk mencari MOTIVASI diri agar tetap dalam jalur perjuangan meraih cita-cita. Akhirnya saya menemukan ide bahwa satu-satunya cara untuk menyelamatkan “perjuangan” adalah dengan mendapatkan beasiswa studi, kalo bisa yang ke luar negeri,…saking menggebu-gebunya ingin dapet beasiswa studi ke luar negri (supaya bisa menyelamatkan perjuangan),…seolah-olah keinginan itu sudah dekat sekali, padahal belum terjadi, mungkin inilah yang dimaksud sebagai “keinginan kita yang terfokus akan menarik segenap potensi semesta untuk mewujudkannya”…jadi berhati-hatilah dengan keinginan kita,..terutama yang sering nyantol dipikiran ~ karna bisa jadi itulah yang kita dapatkan. Atau bahasa sederhananya adalah “kekuatan hukum alam~sunatullah~kekuatan do’a”……..nanti akan saya bahas di akhir tulisan ini, bagaimana kaitannya……jadi terus ikuti kelanjutannya.

Apa yang terjadi beberapa hari kemudian adalah ITB kedatangan seorang professor dari Jerman, dengan project mengajak beberapa mahasiswa S2 untuk menempuh studi dan menyelesaikannya di salah satu perguruan tinggi di Jerman,…melalui seleksi yang langsung oleh sang professor. Saya siapkan segalanya untuk mengikuti proses seleksi tersebut,…dan saya afirmasikan dalam hati bahwa saya harus mendapatkannya, hingga saya merasa sangat Consciously Competence dan Alhamdulillah akhirnya mahasiswa S2 di jurusan Teknik Komputer diwakili oleh saya yang berangkat ke Jerman. Selesailah masalah saya,…untungnya segera sadar dan tidak terpuruk dalam keadaan Consciously Incompetence akut yang “membahayakan” tapi dengan kekuatan MOTIVASI bisa merubahnya menjadi Consciously Competence yang menguntungkan.

Begitulah kekuatan MOTIVASI,…jurus jitu yang disediakan Allah SWT dalam diri MANUSIA,…yang dapat mengalahkan segala rintangan dan hambatan proses perjuangan seseorang yang memilikinya.

Seorang guru saya berkata,…bahwa untuk memiliki KINERJA terbaik tidak cukup dengan MOTIVASI dan SKILL saja,…tapi kita perlu satu variabel lagi, yaitu “kekuatan DO’A” sehingga Allah SWT merido’i perjuangan KINERJA kerja kita dalam meraih cita-cita luhur. Dan pada prosesnya kita sering mengejawantahkan “Sunatullah~Hukum Alam” ini dalam kata-kata seperti “keberuntungan”,… “lucky” atau “miracle”.

Cermati kata bijak di bawah ini:

“Knowledge is power, character is more, but lucky is everything”

Untuk para MAHASISWA-ku,…yang saat ini lagi loyo, Be’Te’,…ga sMaNgAt,…ato malah hampir putus asa,…entah dengan sebab apapun jua,…ga apa-apa sedih, nangis, kecewa dalam perjuangan,…karna itu “MANUSIAWI”. Tapi jangan KELAMAAN,…makin cepet sadar dan segera bangkit, makin bagus…ayo SMANGAT,…jangan kelamaan menderitanya,…ntar keburu hanyut ta’ berdaya,…jadi lebih repot ngobatinnya,…kolo toh harus gagal dan menderita besok,..ya besok aja menderitanya, nanti aja kecewanya,….saat ini minimal kita bisa menikmati waktu yang tersisa dengan rasa syukur via kinerja terbaik yang dapat dipersembahkan. Mengapa harus terpuruk & menderitanya sekarang? Kalo belum ada keputusan final?….Masalah hasil itumah hak prorogativ-nya Allah SWT,…yang penting kita usaha,…segera cari apa yang dapat membangkitkan MOTIVASI supaya KINERJA kita meningkat,…dan menghasilkan karya “pretasi terbaik” yang dapat kita banggakan dalam hidup ini.

Jadilah miracle dan jangan menunguinya,…bagaimana caranya?, Insya Allah akan saya bahas lebih dalam mengenai “Jadilah Miracle” dalam tulisan berikutnya…tetap ikuti dan sering-seringlah buka web blog DOSEN mu ini, sebagai salah satu referensi mendapatkan inspirasi MOTIVASI mu. Ayo Semangat MAHASISWA ku…..dan tetap dalam jalur perjuangan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar